Kuliah di Korea Selatan

Tantangan pertama pertukaran pelajar di luar negeri adalah pengurusan transfer nilai dan berapa kredit yang akan didapat dan ditransfer. Saya harus aktif bertanya kepada biro pendidikan, pembimbing akademik, kepala departemen, dan international officeuntuk menentukan masa depan studi saya.

Setelah itu, saya harus menentukan mata kuliah apa yang harus diambil dan bagaimana efeknya terhadap masa studi kuliah saya nanti. Hal ini termasuk kesesuaian jadwal dan prioritas aktivitas.

Semester pertama saya jalani dengan penuh semangat dan hati-hati. Belajar di negeri asing, dengan 100% bahasa Inggris dan teman-teman 100% asing tentu memiliki tantangan sendiri. Saya melatih telinga saya untuk mendengar setiap kata dengan baik lalu berinteraksi dengan teman dari berbagai bangsa dan kepribadian. Saya juga berlatih untuk mengikuti gaya belajar profesor.

1. Korean: metode pengajaran atau atmosfir kelas serupa dengan di UI. Sebagian besar waktu kelas profesor menjelaskan lalu mencoba bertanya kepada mahasiswa namun lalu haya sedikit mulut-mulut yang terbuka dan menanggapi, namun tetap tergantung jumlah mahasiswa di kelas dan profesor-nya. Namun, rata-rata semua profesor sudah pernah belajar di luar negeri sehingga mereka memiliki pengetahuan yang luas dan tahu kehidupan mahasiswa asing dengan baik.
2. Australian: profesor ini merupakan salah satu yang terbaik yang pernah saya temui. Dia somehow tahu cara mengajar yang baik dan membuat pertanyaan yang memicu otak saya untuk berpikir laterally. Saya mendapatkan banyak insight dari beliau. Dan di kelas ini saya paling sering berinteraksi dengan temab-teman yang berbeda di kelas karena sering ada tugas kelompok.
3. American: gaya mengajar yang santai namun tetap mempriotaskan kepada interaksi dengan mahasiswa dibandingkan dengan penjelasannya sendiri. Proyek akhir yang besar dan agak sulit adalah salah satu hal yang berharga dari kelasnya.

Di sini, saya banyak sekali dituntut untuk melakukan presentasi sehingga kemampuan saya meningkat dan saya menjadi lebih santai. Namun tidak banyak tugas menulis papernatau sejenisnya. Simulasi dan role play adalah salah satu edutainment yang saya sukai dan saya harapkan ada lebih banyak di UI nanti. Penjelasan sistem penilaian diutarakan secara terbuka dan rinci di awal semester sehingga membantu mahasiswa dalam proses belajarnya. Kewajiban untuk mengisi evaluasi kelas dan profesor di akhir semester untuk bisa melihat nilai juga merupakan salah satu performance management

    yang baik. Hal terakhir yang paling utama adalah integrasi dari sistem IT yang canggih merupakan salah satu keuntungan dan bantuan bagi mahasiswa. Perbedaan antara siak-ui dan cyber YU terletak beberapa fitur-fitur mereka y ang lebih canggih. Saya yakin mahasiswa mahasiswi Fasilkom UI pasti bis mewujudkan hal ini. Saya akan menjelaskan beberapa fitur-fitur tersebut.

    1. Pada sistem lecture support, profesor/ dosen bisa meng-upload bahan kuliah (slide, tugas, link) sehingga mahasiswa bisa mem- preview dan hanya men- download dari sumber yang sama.
    2. Tugas dan kuis juga bisa dikumpulkan secara online, semudah mengirimkan attachment pada email.
    3. Bila ada hal yang mendadak kita bisa mengirim pesan (semacam messenger) secara langsung kepada profesor. Hal ini jauh lebih praktis dan mudah karena interaksi dengan profesor menurut saya adalah suatu hal yang penting.
    4. cafe merupakan media untuk mahasiswa yang mempermudah tugas kelompok. Saya bisa meng-upload file dengan mudah lalu saling berdiskusi, mengunduh, dsb.

    Fasilitas di kelas, saya pikir memadai terutama di gedung baru Fakultas Ekonomi di YU. Ruang kelas yang open space dengan banyak jendela besar dan kursi yang berundak-undak, papan tulis dari kaca yang bisa dihapus, dan absensi yang cukup dengan memasukkan kartu mahasiswa ke dalam mesin meembuat nyaman proses pembelajaran. Pengaturan suhu ruangan kelas baik di YU atau di UI saya pikir perlu diperbaiki karena di UI kadang terlalu dingin dan YU terlalu panas.

    Sekian dulu pembahasan saya mengenai hal ini, kalau teman-teman ada yang mau bertanya, silahkan memberi komentar atau kirim email ke saya.

    Terima kasih.

    Kamsahamnida!

20121208-133002.jpg

Advertisements

4 thoughts on “Kuliah di Korea Selatan

  1. Sebenernya fitur-fitur itu udah tercakup di scele sih rin. Kalo di fasilkom sendiri udah make scele dari dulu dan kuliahnya juga bergantung banget sama scele. Kayanya tergantung fakultas masing-masing yang megang penerapan scelenya sejauh mana. Tapi sayangnya sih scele sama siak ini masih 2 sistem yg berdiri masing-masing. Semoga kedepannya scele bisa fully diterapin di UI dan terintegrasi sama siak ya 🙂

    *just 2 cents sbg anak fasilkom*
    Anyway, nice share rin. Aku suka blogmu 😀

    1. Ulfaah,,maaf bgt yah baru dibales…iyaa ayo dnk kamu aja usahain biar sistemya jd satu, biar ui gaul dikit gtuu hehe…thx for sharing!!!

      Thx for the compliment…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s