Pesan dari Bapak Gita Wirjawan

Jumat, 1 Maret 2013

Sore hari sekitar pukul 17.00 Bapak Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tiba juga di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Kedatangan Bapak Gita Wirjawan, merupakan rangkaian acara akhir dari ICMSS 2013. ICMSS (Indonesian Capital Market Student Studies) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh MSS (Management Student Society) FEUI.

Awalnya saya tidak begitu bergelora untuk mendengarakan seminar tersebut. Namun sesaat setelah Bapak Gita maju ke podium untuk memulai penyampaian materi tentang Asean Economic Community (AEC)beliau membuat kami terhibur seolah-olah meminta izin untuk menengguk kopinya dahulu yang baru saja diberikan oleh panitia. Well kemudian beliau mulai membicarakan kondisi perdagangan Indonesia secara umum.

Pernahkah kalian mendengar AEC? AEC mempunyai 4 karakter, sbb a) Single market and production base b) a highly competitive economic region c) a region of equitable economic development and d) a region fully integrated to globl economy. Untuk info lebih lanjut mengenai AEC silahkan klik ke http://www.asean.org/communities/asean-economic-community.

Beliau menekankan masyarakat Indonesia sebaiknya berhasil melakukan putaran doa yang diesbut beliau sebagai pemulihan ekonomi secara struktural. Ini bukan masalah zero sum game namun kita harus mengubah paradigma masyarakat bukan hanya berdagang namun mencoba untuk memproduksi sendiri barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat secara umum. Pada tahun 2012 konsumsi barang elektronik khusunya gadget di Indonesia berkisar antara 60-70 juta. Indonesia hanya memiliki <5000 paten sedangkan Jepang memiliki 600.000 paten dan merupakan yang terbanyak di Asia. Rencana MP3EI pada tahun 2025 diharapkan akan ada 17 juta lulusan S1 di Indonesia. Beliau sangat menekankan bahwa pendidikan atau edukasi merupakan sesuatu yang sangat krusial dan sangat berguna dalam pembangunan bangsa. Selain itu infrastruktur juga sangat perlu dikembangkan. Indonesia hanya mempunyai 400.000 km jalanan, sedangkan India dan Cina mempunyai jumlah yang jauh lebih banyak. Pada kenyataannya poster fiskal Indonesia alias dompet negara Indonesia sebenarnya sudah bagus sekali. Jadi, marilah kita sama-sama berusaha untuk meraih competitive advantage dengan meningkatkan pendidikan, transortasi, dan infrastruktur bangsa. Namun, hal ini harus didukung oleh semua elemen masyarakat. Tak terkecuali kita teman-teman, kaum muda produktif Indonesia yang berusia di antara 20-30 tahun, dengan cara belajar dengan giat tidak hanya dalam dunia akademis namun juga dengan kegiatan lain yang menunjang baik di dalam maupun di luar kampus.

Sebelum beliau keluar saya sempat bersalaman dan beliau berpesan, sukses ya!

What an inspiring an hour of speech

start from the little things. Think big, do small.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s